Tampilkan postingan dengan label krisis air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label krisis air. Tampilkan semua postingan
Rabu, 16 Desember 2015
Alhamdulillah!! Air Akhirnya Ngocor Juga
"Alhamdulillah!!"
Itulah pekikan pertama saya begitu tukang bor sumur mencoba hasil karyanya ngebor sumur. Air dengan deras keluar dari pipa setelah mesin pompa dinyalakan. Meski belum jernih benar, air yang keluar dari sumur ini konsisten alirannya dan dinyalakan hingga berjam-jam pun airnya tetap keluar dengan deras yang sama.
Ini adalah sumur keempat yang kami bor, setelah tiga lubang tidak menghasilkan air yang kami inginkan. Deras dan konsisten ngalirnya. Berbulan-bulan kami harus bersabar dengan air modal nyelang dari rumah kakak ipar, akhirnya kami bisa punya air dari sumur kami sendiri.
Jumat, 11 September 2015
Terpaksa Bertahan Lebih Lama Tanpa Air
Judulnya sih emang lebay. Tapi memang bener kok, kami harus bertahan lebih lama lagi tanpa punya air dari sumur sendiri. Masih ingat kan dengan cerita krisis air yang saya posting beberapa waktu lalu? Yang belum tau, boleh baca dulu Krisis Air dan Tips Menghadapinya (Hahahaha, penting banget!)
Jadi, sudah lebih dari dua minggu saya mengandalkan air untuk kebutuhan sehari-hari (kecuali minum) dari modal minta ke kakak ipar yang rumahnya berdekatan dengan rumah saya. Dengan mengandalkan air yang terbatas ini, saya merasa ingin teriak! Saya tidak tahan lagi membiarkan kamar mandi dekil karena tidak punya air untuk membersihkan kamar mandi. Tidak tahan membiarkan lantai rumah kotor karena hanya 2-3 hari sekali dipel. Tidak tahan karena harus ngungsi untuk mandi, karena ya kami harus berhemat dengan air yang minta ini.
Jumat, 28 Agustus 2015
Krisis Air dan Tips Menghadapinya
Musim kemarau ternyata berpengaruh pada produksi air dari mesin pompa sumur di rumah kami. Hiks, airnya irit banget ngalirnya. Dari banyak keran yang ada di rumah, hanya keran di garasi rumah kami yang mengalir. Karena nggak punya selang, kami tampung dulu di ember, begitu penuh, airnya kami tuang ke bak kamar mandi. Masya Alloh, penuhin bak sampe kapan kalau begini terus? Dan tentu saja CAPEK!
Selama beberapa minggu kami bisa bertahan dengan kondisi seperti ini, sampai akhirnya air benar-benar nggak bisa keluar lagi dari keran. Kami pun kekurangan stok air dan hasilnya ngungsi ke rumah mertua untuk cuci baju dan mandi. Rumah saya dan mertua hanya berbeda 1 RT.
Langganan:
Postingan (Atom)


