Jumat, 28 November 2014

Nyamannya Mushola di Gedung Ini

Saya sangat mengapresiasi pemilik perusahaan, pemilik gedung, pemilik hotel, pemilik tempat perbelanjaan, pemilik tempat umum lainnya yang punya perhatian khusus bagi pemeluk agama Islam dengan menyediakan tempat sholat yang representatif. Tempat sholat yang saya maksud tidak perlu sebuah bangunan khusus, tetapi tempatnya nyaman, tidak bau, tidak kotor, terawat, dan sudah didesain dari awal sebelum bangunan/gedung utama dibangun. Bukan tempat yang dibuat darurat sehingga mengabaikan hal utama dari sebuah tempat ibadah, yaitu kesucian. 

 Gedung yang punya mushola yang menurut saya cukup representatif dan nyaman.
Gambar diambil dari sini.


Suatu hari, saya bersama seorang teman kantor "terdampar" di daerah Lebak Bulus dan tujuan akhir kami adalah pulang menuju Kabupaten Tangerang. Tapi karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul 17.00 dan kami belum sholat Ashar, kami pun langsung mencari tempat sholat. Tapi sejauh mata memandang, sama sekali tidak terlihat ada masjid di kawasan itu.

Rabu, 05 November 2014

Alhamdulillah, Audi Sudah Lepas Pospak

Warning!
Mohon tidak membaca tulisan ini saat sedang makan ya ^^

Saya tuh orangnya nggak mau nyusahin diri sendiri. Termasuk untuk urusan toilet training Audi, anak pertama saya. Jadi, dalam otak saya ini seperti sudah ditanamkan kalau melatih anak buang air di toilet itu pasti akan menyusahkan saya. Makanya keinginan untuk melatih anak saya itu baru terlaksana akhir-akhir ini, setelah saat memandikan Audi di sekolahnya, ternyata stok diaper dia habis. Oh no!! Masa Audi nggak pake popok? Trus kalo air seninya netes di mana-mana bagaimana? Kalau celananya basah bagaimana? Saya hanya bawa stok baju yang pas-pasan hari itu.

"Bunda (kami biasa menyebut para pendidik dan pramubakti di sekolah itu dengan panggilan ini), diaper Audi habis ya?" tanya saya.

"Iya, bun. Dari kemarin sore malah. Jadi, pinjem diapernya si A," jawabnya.

"Waduh, bagaimana ini? Audi belum saya toilet training-in," kata saya panik.

"Pinjem lagi aja, bun ke si A."

"Iya deh. Nanti saya ganti," kata saya lagi.

Lalu, orangtua yang juga menyekolahkan anaknya di PAUD Mekar Asih ini bilang, "Dilatih, bun."

Saya sambil nyengir, "Iya, hehehe."
Pospak yang biasa Audi pakai.

Jumat, 31 Oktober 2014

Terapi Patch Selama Dua Bulan

Setelah merasa ada yang tidak beres dengan bola mata anak saya, saya kemudian bawa ke dokter mata khusus anak di Jakarta Eye Center Kedoya. Cerita awalnya saya bagi di sini.

Dokter yang menangani anak saya adalah dr. Florance Manurung, yang setelah saya googling, ternyata beliau memang konsern di persoalan strabismus. Dokter bilang, lebih awal ditangani, maka pengobatan atau terapi yang dilakukan mungkin dapat mengurangi atau bahkan mengobati persoalan strabismus ini. Mendengar penjelasan itu, ada rasa lega sekaligus khawatir. Bisakah mata anak saya benar-benar kembali normal?

Dokter bilang, dia tidak mau asal operasi. Katanya lihat dulu dengan terapi tutup mata dengan patch selama 1 bulan. Terapi ini maksudnya: setiap hari, mata anak saya harus ditutup dengan patch (penutup mata bergambar. teksturnya seperti plester luka, tapi bentuknya bulat dan di tengah-tengahnya ada bantalan untuk melindungi bagian mata). Mata yang ditutup bergantian setiap harinya selama beberapa menit. Duh, gimana sih ini jelasinnya ya?

Rabu, 29 Oktober 2014

Jika Ada yang Salah dengan Mata Anak Anda, Segera Konsul ke SpM!!

Judul di atas bukan bermaksud menakut-nakuti. Saya hanya ingin mengingatkan agar kita sebagai orangtua tidak menganggap remeh jika menemukan sesuatu yang tidak beres pada anak kita. Usahakan untuk tidak panik, karena panik hanya akan menambah masalah (*nasehat untuk diri sendiri).

Ini postingan lanjutan tentang kekhawatiran saya setelah melihat ada yang tidak biasa dengan bola mata anak saya. Seperti juling atau dalam istilah medisnya strabismus. Cerita sebelumnya bisa dilihat di sini.

Saya teringat ada rumah sakit khusus yang menangani persoalan mata. Jakarta Eye Center di Kedoya. Dan dari gedung yang terlihat jelas dari jalan tol Tangerang-Jakarta, terpampang tulisan bahwa rumah sakit ini punya klinik khusus anak, maka hari itu pula saya ambil taksi dan langsung menuju tempat itu.